Pendakian Yang Tak Pernah Direncanakan : Argopuro

Pendakian yang kami lakukan ini benar-benar tidak pernah direncanakan. Ide ini muncul begitu saja ketika kami tiba di terminal Bungurasih selasa pagi dari Yogyakarta.

20161101_055822.jpg
Terminal Bungurasih

Dari terminal Bungurasih kami melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Baderan. Perjalanan menuju basecamp mengharuskan kami berganti-ganti kendaraan. Dari Terminal Bungurasih kami naik bus ke kota Probolinggo dan kemudian berganti bus lagi yang menuju ke kota kecamatan Besuki.

Di Besuki kami beristirahat sambil makan siang dan kemudian membeli perbekalan untuk pendakian. Karena judulnya pendakian yang tak pernah direncanakan sebelumnya sebelumnya kami mempersiapkan pendakian ini hanya 3 hari 2 malam. Weeeww (Argopuro minimal 4 Hari 3 Malam). Sekali lagi ini kami lakukan Karena ketidaktahuan kami dan kami sudah harus berada di Surabaya hari sabtu nanti (Jangan ditiru ya). Dari pasar besuki kami melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Baderan menggunakan jasa ojek dengan membayar 35 ribu/orang. Mahal ? yah Karena memang untuk menuju Basecamp Baderan jaraknya cukup jauh dari Besuki. Selain jasa ojek terdapat alternatif kendaraan lainnya yaitu mobil pick up yang mengangkut sayuran tetapi kalian harus berada di lokasi yang dilewati oleh pick up tersebut pagi hari.

Kami tiba pukul 14.00 WIB. Kami disambut oleh salah seorang petugas Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, namanya mbak Nina Romadhon, dia adalah petugas yang paling muda disitu. Kami diberitahu mengenai jalur pendakian yang akan dilalui dan simaksi yang harus diurus. Sayangnya kita tidak diperbolehkan naik pada saat itu juga. Ternyata pendakian menuju rimba Argopuro tidak disarankan pada sore hingga menjelang malam hari namun beruntungnya kami mendapatkan kortingan biaya simaksi (Gunakan jurus SSI, hehehe) Malam itu kami menginap di Basecamp dan berangkat pada pagi keesokan harinya.

20161101_175213.jpg
Menyiapkan bekal untuk makan malam dan sarapan besok

Oh yah karena disini tidak ada warung atau tempat makan dan waktu itu petugasnya hanya ada mbak Nina kami diperbolehkan menggunakan dapur (dan isinya) untuk menyiapkan makan malam dan sarapan besok pagi. Jangan coba lakukan ini jika ada kepala resortnya. Sebelumnya kami meminta mbak Nina untuk mencarikan ojek yang bisa mengantarkan kami hingga ke batas hutan.

Pagi-pagi sekali setelah sholat subuh sekitar pukul 05.00 WIB kami berangkat menggunakan jasa ojek sampai batas jalan makadam dengan membayar Rp. 35.000,00/orang. Sebelum itu seperti biasa kita melakukan sesi dokumentasi karena kita tidak akan kembali ke jalur ini lagi.

20161102_052729.jpg
Basecamp Baderan

Jika berjalan kaki dapat memakan waktu 2-3 jam dari basecamp. Bagaimana ? Jika tidak terburu oleh waktu dan kondisi yang prima kalian dapat mencoba berjalan kaki. Ojek dapat juga mengantarkan hingga ke pos Cikasur dengan biaya Rp. 250.000,00.

20161102_055857.jpg
Pemandangan sebelum memasuki rimba Argopuro

Dari batas makadam kami berjalan menyusuri ladang penduduk hingga masuk ke batas hutan Suaka Margasatwa. Sepanjang jalur menuju pos mata air 1 akan menemukan beberapa air terjun di sisi kanan jalur pendakian.20161102_092504.jpg Jalur yang kami lalui merupakan jalan tanah setapak yang sudah tergerus oleh ban motor yang biasa mengantar pendaki hingga ke pos mata air 1/2 bahkan ke Cikasur. Kami juga menemukan beberapa jejak dan kotoran yang kami identifikasi sebagai “predator”.

20161102_094407.jpg
Jejak Predator

Jejak tersebut masih sangat basah namun sayang kami tidak membawa alat ukur yang dapat mengukur seberapa besar hewan predator ini. Jika diperkirakan ukurannya mungkin sebesar telapak tangan manusia dewasa. Kami tidak mau berandai-andai hewan apakah itu karena jika bertemu dengannya di alam bebas dapat berarti dua kemungkinan, yang pertama keberuntungan karena mungkin hewan tersebut adalah spesies yang terancam punah dan yang kedua dapat menjadi ancaman karena kita terlihat seperti santapan makan siang yang menggoda dan menggiurkan. Hehehe.

Berjalan sekitar 3 jam kami tiba di pos mata air 1. 3 jam perjalanan tidak akan terasa karena jalur yang kita lalui tidak terlalu menanjak bahkan relatif landai dan dipayungi oleh rerimbunan pohon-pohon yang besar. Disini kami

20161102_092953.jpg
Pos Mata Air 1

hanya sekedar meluruskan kaki kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pos mata air 2. Jalur menuju pos mata air 2 relatif sama dengan jalur pos mata air 1 tadi. Untuk menuju pos mata air 2 kami membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. Kami tiba kira-kira pukul 11.50 WIB. Disini kami beristirahat untuk makan siang dan mengisi kembali botol-botol air yang telah kosong. Mata airnya terdapat di sebelah kanan jalur dan agak menurun kira-kira 10 menit dari pos mata air 2.

20161102_121938.jpg
Pos Mata Air 2

Di pos mata air 2 ini terdapat tanah lapang yang mampu untuk menampung beberapa tenda. Lokasi ini biasa dijadikan lokasi camp paling pertama jika kalian memulai pendakian dengan berjalan kaki dari basecamp. Jarak untuk menuju pos Cikasur adalah setengah  hari dari sini sehingga jika kalian memaksakan untuk melanjutkan perjalanan dapat dipastikan kalian akan kemalaman di jalur.

Pukul 12 lebih kami melanjutkan perjalanan menuju Cikasur. Dari sini kita masih akan masuk ke dalam hutan yang sangat rapat dan melalui beberapa punggungan bukit yang sebelum akhirnya turun ke padang sabana. Ketika memasuki hutan yang rapat tadi kami mendengar seperti suara erangan dari hewan yang terdengar cukup kuat. Hal itu mengindikasikan bahwa posisi hewan tersebut sangat dekat dengan kami saat itu. Kami memutuskan berhenti sejenak untuk lebih memastikan lagi apakah yang kami dengar tersebut adalah suara hewan atau hanya suara angin. Dan benar saja beberapa saat kemudian kami mendengar suara tersebut lagi. Tanpa diperintah kami langsung meninggalkan tempat tersebut dengan langkah yang dipercepat. Harapan kami agar segera tiba di tempat yang agak terbuka. Beberapa saat kemudian kami tiba di atas sebuah punggungan bukit, dari sini kami dapat melihat sabana alun-alun kecil.

20161102_132445.jpg
Alun-Alun Kecil

Yah itulah sabana pertama yang kami lihat setelah berjam-jam lamanya penuh dengan perasaan waswas. Dari puncak bukit membutuhkan waktu 15-20 menit untuk mencapai sabana alun-alun kecil. Perasaan yang tak bisa digambarkan ketika kami tiba disini. Suasananya sangat lapang dan sepi. Hanya ada kami bertiga di tengah rimba Argopuro saat itu. Sejenak kami beristirahat sambil melakukan ritual kekinian. Apalagi kalau bukan dokumentasi alias foto-foto.

Untuk mencapai Cikasur kami masih akan melalui beberapa bukit dan sabana lagi sebelum akhirnya kita tiba di ujung kawasan Cikasur. Dari alun-alun kecil kami harus mendaki sebuah tanjakan yang cukup panjang dan menguras tenaga. Selepas tanjakan kami memasuki hutan yang ditumbuhi oleh semak dan pinus sampai akhirnya kami tiba di sabana yang kedua. Sabana ini lebih luas dan lebih lapang dari alun-alun kecil dan yang paling istimewa dari tempat ini adalah burung Merak. Yah kami bertemu dengan burung cantik khas dataran tinggi ini secara langsung dan jumlahnya cukup banyak waktu itu namun kami tak dapat mendekatinya karena otomatis merak-merak ini akan berlari menghindar. Kami bahkan menemukan bulu-bulu merak yang rontok waktu itu.

Setelah puas melakukan ritual foto-foto kami melanjutkan perjalanan melalui beberapa sabana dan hutan pinus. Jalur yang kami lalui terbilang sangat landai dan diselingi beberapa punggungan bukit. Sejujurnya dari sabana kedua hingga nanti tiba di Cikasur perjalanan terasa membosankan karena padang sabana yang kami lalui seakan tidak ada habis-habisnya. Tenaga pun kian terkuras. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada kami mempercepat langkah agar tidak kemalaman di jalan. Dan akhirnya setelah penuh tanda tanya karena menebak-nebak dimana lokasi Cikasur yang legendaris itu kami pun tiba di ujung sabana maha luas tersebut.

Dari sini kita bisa melihat beberapa reruntuhan bangunan bekas peninggalan zaman penjajahan. Jalan akan sedikit menurun dan kami akan tiba di kaki bukit yang di bawahnya mengalir sungai yang airnya sangat jernih serta ditumbuhi tanaman selada air yang dapat kita konsumsi. Sungai ini namanya sungai Kolbu. Selain manusia sungai ini juga digunakan oleh penghuni-penghuni lain rimba Argopuro.

IMG_7556.JPG
Sungai Kolbu dan Selada Air

Kami tiba disini pukul 16.30 WIB. Di sungai ini kami mengisi air kembali dan mengambil selada nantinya akan kami masak untuk makan malam. Karena cuma ada kami di kawasan itu maka kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dalam bekas bangunan shelter agar terhindar dari tiupan angin.

IMG_7573.JPG
Shelter yang kami gunakan untuk mendirikan tenda di bawahnya

Setelah makan malam dan mengambil beberapa foto kami beristirahat untuk kembali berjalan menuju rimba Argopuro besok harinya.

IMG_7579.JPG
Foto Malam Hari di Cikasur

Cikasur merupakan sabana yang paling luas di kawasan dataran tinggi Yang. Konon katanya disini merupakan bekas tempat peristirahatan orang-orang belanda dan jepang zaman dulu. Ada bekas bangunan yang diklaim sebagai landasan pacu pesawat terbang yang masih dapat kita lihat sampai sekarang.

20161103_083029.jpg
Bekas Reruntuhan Landasan Pacu

Disini juga ketika menjelang pagi kita dapat melihat kawanan merak yang bermain di sabana ataupun yang lagi “nangkring” di pucuk-pucuk pohon pinus.

IMG_7581.JPG
Merak yang sedang “nangkring” di dahan pohon pinus

Kamis subuh kami sudah packing sambil sarapan. Kami turun lagi ke sungai Kolbu untuk mengambil air dan bersih-bersih. Air yang kami bawa juga tidak banyak karena menurut informasi kami akan menemukan sumber air lainnya.

Pukul 08.30 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya. Medan yang kita lalui masih berupa sabana, punggungan dan hutan yang tidak terlalu rapat. Setelah melalui beberapa sabana dan hutan pinus di ujung bukit kita akan berjalan mengitari bukit dengan jalur yang agak menurun. Itu tandanya kita sudah dekat dengan pos Cisentor. Perlu hati-hati Karena di sepanjang jalur kita akan bertemu dengan tanaman JANCUK yang menyebabkan gatal-gatal dan panas di bagian tubuh yang bersinggungan dengannya. Perlu berhati-hati karena banyak jalur yang rusak karena kawanan babi hutan yang membuat sarangnya di sepanjang jalur menuju puncak. Tidak jarang jalur yang dirusak sama sekali tidak nampak seperti jalur pendakian. Tidak perlu terburu-buru saat berjalan karena terdapat penanda-penanda yang dipasang oleh pendaki lain saat melewati jalur tersebut.

IMG_7564.JPG
Tanaman “Jancuk”

Pukul 11.30 WIB kami tiba di pos Cisentor. Disini terdapat bangunan shelter dan dapat mendirikan beberapa tenda, juga terdapat sungai yang airnya sangat jernih. Kami makan siang dan beristirahat disini kurang lebih 1 jam. Di Cisentor terdapat 2 jalur, jalur di belakang shelter merupakan jalur menuju danau Taman Hidup yang dapat kalian lalui jika kalian memutuskan untuk camp, kedua jalur di bagian atas shelter adalah jalur menuju puncak Argopuro.

20161103_111604
Sungai Cisentor

Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke sabana Alun-Alun Lonceng atau Spot terakhir sebelum summit attack. Pukul 12.30 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Alun-Alun Lonceng. Kali ini kami jalur yang dilalui berupa sabana, punggungan, padang edelweiss dan sungai kering. Sekitar pukul 14.00 WIB kami tiba di pos air terakhir sebelum puncak yaitu pos Rawa Embik.

Disini kami mengisi perbekalan air Karena di atas sudah tidak terdapat mata air lagi. Kali ini jalur yang kita lalui sudah agak menanjak memutari bukit, melewati padang edelweiss, sungai kering dan jalur berbatu hingga akhirnya kami tiba di sabana terakhir menuju puncak. Dari sini puncak Argopuro dan Rengganis sudah terlihat jelas. Kami tiba pukul 15.30 WIB di pos Alun-Alun Sabana Lonceng. Setelah mendirikan tenda kami mengambil beberapa foto sebelum akhirnya kami istirahat.

20161103_163107.jpg
Sabana Alun-Alun Lonceng

Jumat pukul 05.00 kami bangun dan mempersiapkan diri menuju puncak. Kami memutuskan untuk menuju puncak Rengganis terlebih dahulu. Untuk menuju puncak Rengganis hanya dibutuhkan waktu 10 menit. Di sekitar puncaknya terdapat beberapa petilasan dan bangunan bekas candi atau istana.

IMG_7676.JPG
Reruntuhan Istana Dewi Rengganis

Dari sini kita dapat melihat pegunungan yang ada di Jawa Timur bahkan yang ada di Bali. Setelah mengambil beberapa foto kami bergegas turun dan kemudian naik ke puncak Argopuro. Jalur menuju puncak Argopuro sedikit lebih terjal namun tidak membutuhkan waktu yang lama. Kita sampai ke puncak 3088 mdpl ini setelah berjalan 20 menit dari bawah. Dari sini kami berjalan menyusuri punggungan bukit menuju puncak Arca yang berada di sebelahnya. Dari sini kita dapat melihat danau Taman Hidup dan puncak gunung Semeru. Di puncak Arca atau Hyang terdapat sebuah arca yang sudah tidak memiliki kepala. Setelah mengambil beberapa foto kami turun dan bersiap untuk menuju danau Taman Hidup.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah packing dan makan kami berjalan menuruni bukit dan melewati hutan pinus, punggungan bukit hingga hutan lumut yang sangat lebat. Terdapat beberapa jalur ketika akan memasuki hutan sehingga dibutuhkan konsentrasi ketika berjalan turun. Jalur yang benar adalah jalur yang ditandai dengan penanda-penanda berupa tali atau bungkusan plastik. Jangan coba-coba untuk melalui jalur lain karena dapat dipastikan kalian akan tersesat. Tidak jarang pendaki yang mengalami disorientasi medan ketika berada di kawasan ini. Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam bagi kami untuk tiba di taman hidup. Kami tiba di Taman Hidup pukul 16.00 WIB dan kami segera mendirikan tenda karena cuaca agak mendung namun pada akhirnya tidak turun hujan. Kami benar-benar menikmati suasana senja di Taman Hidup, begitu syahdu. Kabut yang bergulung-gulung di atas permukaan air menambah indah pemandangan saat itu.

20161104_162022.jpg
Senja Danau Taman Hidup

Hari mulai gelap dan kami segera menyiapkan makan malam untuk mengisi perut yang sudah sangat keroncongan. Logistik yang kami bawa sangat terbatas sehingga kami harus benar-benar mengaturnya. Kami tidur lebih awal malam itu karena besok masih harus melanjutkan perjalanan.

Pagi-pagi sekali kami packing karena hari ini kami harus berada di Surabaya untuk mengikuti salah satu kegiatan komunitas. Sebelum turun kami sarapan terlebih dahulu dan melakukan ritual kekinian (lagi). Suasana pagi disini tidak kalah indah dan syahdunya dengan sore hari kemarin.

Perjalanan turun kalian harus mengambil jalur sebelumnya ketika datang. Terdapat persimpangan jalur yang mengarah ke puncak dan ke Bremi. Ambillah jalur sebelah kiri dan agak menanjak. Dari puncak tanjakan jalur akan kembali menurun dan memakan waktu 3 jam setengah melalui hutan yang sangat rapat dengan jalur tanah yang licin dan berbentuk zig-zag. Setelah melewati hutan kami mendengar suara aliran sungai yang menandakan bahwa kami sudah dekat dengan hutan damar. Setelah melewati hutan damar kami melalui perkebunan warga yang ditanami dengan sayuran.

This slideshow requires JavaScript.

Dari kejauhan telah nampak rumah-rumah warga di Bremi. Akhirnya kami tiba di pintu masuk/keluar kawasan dataran tinggi Yang yang ditandai oleh gapura selamat datang di Taman Hidup (padahal masih sangat jauh tempatnya). Setelah tiba di Basecamp kami beristirahat dan bersiap-siap menuju surabaya hari itu juga.

Syukurlah pendakian yang tak pernah direncanakan ini bisa kami lalui tanpa kekurangan sesuatu apapun. Total perjalanan kami 4 hari 3 malam dengan jarak ± 60 km. Hanya dengan doa dan semangat yang dapat membawa kami menapaki kelam dan dinginnya rimba Argopuro, jalur pendakian terpanjang di pulau Jawa. Lunas dan tuntas sudah perjalanan maha jauh di pulau Jawa ini.

Cikasur, Argopuro, Rengganis, Hyang, Taman Hidup Terima Kasih.

Salam Lestari


  1. Yogyakarta-Surabaya Rp. 100.000,00
  2. Surabaya-Probolinggo Rp. 7.000,00
  3. Probolinggo-Besuki Rp. 7.000,00
  4. Besuki-Baderan Rp. 35.000,00
  5. Baderan-Makadam Rp. 35.000,00
  6. Bremi-Probolinggo Rp. 20.000,00
  7. Probolinggo-Surabaya Rp. 7.000,00

Di bawah saya tautkan video pendakian kami. Silahkan dinonton jangan lupa like dan subscribenya yah.

PENDAKIAN GUNUNG ARGOPURO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s